Pada Jumat (2/10), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek di Main Hall BEI, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen BEI, Self-Regulatory Organizations (SRO), anak perusahaan, serta perwakilan asosiasi di lingkup pasar modal Indonesia. Kegiatan diawali dengan pidato kunci oleh Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Agus Firmansyah, dilanjutkan dengan pemaparan materi serta sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Sesi pemaparan menghadirkan narasumber dari Direktorat Pengaturan dan Standar Akuntansi Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK bersama Direktur BEI Umi Kulsum. Pemaparan tersebut mengulas ketetapan regulasi mengenai ketentuan pemegang saham bursa efek, perizinan, hingga penyesuaian kerangka tata kelola bursa. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman serta menyelaraskan persepsi di antara pemangku kepentingan industri pasar modal dalam menyikapi arah transformasi dan pemenuhan ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2026 secara transparan dan akuntabel.
BEI Kembali Dukung Sosialisasi POJK Nomor 13 Tahun 2026 Kepada Ekosistem Pasar Modal Indonesia
BEI kembali mendukung OJK menyosialisasikan POJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek. Acara di Main Hall BEI membahas ketentuan pemegang saham, perizinan, serta penyesuaian tata kelola bursa.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Sejumlah Bahan Baku Plastik, Ini Rinciannya
Pemerintah menetapkan bea masuk 0% selama enam bulan untuk enam pos tarif bahan baku polyethylene dan polypropylene. Insentif melalui PMK Nomor 68 Tahun 2026 ditujukan menjaga daya saing industri, dengan evaluasi untuk memastikan manfaatnya tepat sasaran.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.06 WIB
0Mendag Busan Ungkap Strategi Jaga Kinerja Neraca Perdagangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut ekspor Indonesia Januari–Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar dan surplus perdagangan kumulatif US$7,25 miliar. Kemendag berfokus pada pengamanan pasar domestik, perluasan pasar ekspor, dan program Dari Lokal untuk Global.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.06 WIB
0Penerbitan Obligasi Korporasi Terimbas
Penerbitan obligasi korporasi turun 12,75% menjadi Rp139,65 triliun hingga September 2026, seiring naiknya biaya pendanaan dan yield acuan. Pefindo mencatat penerbitan tenor satu tahun mendominasi, sementara total penerbitan sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai Rp175–180 triliun.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.06 WIB
