Pada Jumat (2/10), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Nusantara TV menyelenggarakan Nusantara Investment Forum 2026 bertema “Smart Capital, Strong Nation” di Main Hall BEI, Jakarta. Forum strategis ini mempertemukan regulator, kementerian terkait, pelaku industri, investor institusi, hingga akademisi untuk mendiskusikan peluang investasi dan transformasi ekonomi berkelanjutan. Acara diawali dengan pidato kunci oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, serta diisi dengan dua sesi dialog panel yang membahas strategi menghadapi gejolak pasar hingga peranan modal hijau dan hilirisasi dalam memenangkan ekonomi masa depan. Turut hadir memberi sambutan Direktur Utama Nusantara TV Randy Monthonaro Tampubolon dan closing remarks oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan signifikan pasar modal Indonesia dalam satu dekade terakhir—ditunjukkan dengan peningkatan jumlah perusahaan tercatat menjadi 962 emiten, 31,97 juta investor, dan kapitalisasi pasar mencapai Rp10.695 triliun—harus dipastikan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan nilai tambah dan memperkuat daya saing nasional. Ia menegaskan bahwa kepercayaan investor yang dibangun atas fondasi transparansi, tata kelola, likuiditas, dan integritas pasar merupakan kunci utama pengembangan pasar modal. BEI berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat reformasi pasar modal agar semakin kredibel, adaptif, serta mampu menghubungkan pembiayaan jangka panjang untuk mendukung sektor-sektor produktif Indonesia di masa depan.