JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memastikan program perampingan (streamlining) industri asuransi yang tengah dicanangkan pemerintah tidak akan mengganggu operasional perusahaan. Anggota holding Indonesia Financial Group (IFG) sekaligus bagian dari Danantara ini menegaskan seluruh lini bisnis tetap berjalan optimal di tengah proses pengaturan tersebut. Direktur Utama Askrindo R. Mahelan Prabantarikso menyatakan, perseroan berupaya untuk menjaga kinerja dan pelayanan kepada para mitra bisnis di tengah bergulirnya kebijakan pengaturan industri asuransi. “Kami memastikan proses streamlining ini berjalan tanpa mengganggu operasional perusahaan, di mana seluruh lini bisnis akan tetap berjalan secara optimal dan terus menunjukkan kinerja terbaik serta komitmen penuh kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan,” ujar Mahelan dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026). Ia menambahkan, langkah streamlining ini dicanangkan dengan posisi Askrindo yang memiliki fondasi keuangan dan tata kelola yang kuat. Sepanjang 2025, Mahelan bilang, perseroan membukukan laba setelah pajak secara konsolidasian sebesar Rp 1,69 triliun. Kinerja itu didorong oleh penerapan strategi bisnis yang prudent serta penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC). Mahelan menjelaskan, penguatan GRC dilakukan melalui penekanan profil risiko dan peningkatan kesadaran risiko (risk awareness) yang disiplin di seluruh jajaran organisasi. “Ke depan, Askrindo akan terus memegang komitmen untuk tumbuh secara berkelanjutan melalui fokus utama pada penguatan ekosistem UMKM, memberikan dukungan penuh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN),” kata Mahelan. Dari sisi kinerja operasional sepanjang tahun 2025, entitas induk Askrindo mencatatkan pendapatan penjaminan sebesar Rp 3,30 triliun dengan beban penjaminan Rp 1,90 triliun, serta total aset konsolidasian mencapai Rp 31 triliun. Kinerja itu juga membuat Askrindo meraih penghargaan Special Award: Profit Growth Excellence for Insurance Company dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026. Selain memperkuat manajemen risiko internal, kesiapan Askrindo dalam bertransisi juga dilakukan melalui penerapan standar akuntansi keuangan terbaru (PSAK 117) dan percepatan transformasi digital. “Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global,” tutur Mahelan. Dengan fondasi finansial yang kokoh dan efisiensi tata kelola tersebut, Askrindo optimistis proses penataan BUMN asuransi akan berjalan mulus sekaligus memperkuat kolaborasi strategi bersama mitra perbankan, korporasi, dan instansi terkait.