BP BUMN meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera mematangkan masterplan transformasi Kereta Rel Listrik Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang jangka panjang. Instruksi tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria saat bertemu Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Wisma Danantara, Jakarta. Dony mengatakan peta jalan dan masterplan dibutuhkan agar penataan infrastruktur serta sarana operasional KAI berjalan terarah. Berdasarkan proyeksi KAI, jumlah pengguna KRL pada 2026 diperkirakan mencapai 375 juta orang, melampaui target awal 369 juta penumpang. Hingga September 2026, akumulasi penumpang telah mencapai 271 juta orang. Dalam dekade mendatang, jumlahnya diproyeksikan mendekati 600 juta orang per tahun pada 2036. KAI mematangkan strategi peningkatan kapasitas operasional melalui pemendekan rentang waktu antarperjalanan dan penggunaan rangkaian lebih panjang. Pada lintas green line rute Serpong dan Rangkasbitung, KAI menargetkan headway kurang dari 10 menit dengan rangkaian SF-12. Peningkatan kapasitas di lintas Cikarang dan Bogor melalui penggunaan rangkaian SF-12 diproyeksikan beroperasi pada 2028–2029. Dony mengatakan masterplan perlu membenahi pilar operasional KAI secara terintegrasi, mulai dari kecukupan armada, modernisasi stasiun dan peron, penguatan sistem komunikasi, hingga mitigasi titik kepadatan lalu lintas kereta.